JAKARTA - Prospek pertumbuhan iklan di surat kabar pada semester II-2008 akan menyaingi iklan di televisi (TV). Ini disebabkan media tersebut bisa menyajikan iklan secara lebih rinci.
"Kalau beriklan di TV hanya sebatas mengenalkan produk itu. Tapi, pengiklan perlu memberi imej suatu produk," kata Senior Manager Business Development Nielsen Media Research Indonesia Maika Randini, saat seminar Proyeksi Industri Media di Semester II-2008 di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2008).
Menurut Maika, belanja iklan di surat kabar semester II-2008 masih didominasi iklan partai politik (parpol) atau calon presiden, serta iklan telekomunikasi.
Banyaknya jumlah parpol yang mengikuti Pemilu 2009 akan memberikan sumbangan yang lebih besar terhadap pemasangan iklan.
"Mereka butuh untuk mengenalkan siapa calon presiden X. Produk telekomunikasi seperti AXIS juga belum banyak bermain di iklan," jelasnya.
Berdasarkan survei Nielsen Media Research Indonesia, pemasangan iklan di televisi turun dari 70 persen pada semester I-2007 menjadi 62 persen pada semester I-2008.
Pada periode sama, belanja iklan di surat kabar meningkat 26 persen menjadi 34 persen. Semester I-2008 pertumbuhan iklan di TV meningkat sebesar 17 persen.
Sementara untuk pertumbuhan iklan di surat kabar mengalami kenaikan 38 persen. "Saya rasa tahun ini surat kabar akan menikmati hal yang sama," pungkasnya.
(ade)
Sumber okezone